Perbedaan alami yang dikenal dengan perbedaan jenis
kelamin sebenarnya hanyalah segala perbedaan biologis yang
dibawa lahir antara perempuan dan laki-laki. Di luar semua itu
adalah perbedaan yang dikenal dengan istilah gender.
Perbedaan yang tidak alami atau perbedaan sosial mengacu
pada perbedaan peranan dan fungsi yang dikhususkan untuk
perempuan dan laki-laki. Perbedaan tersebut diperoleh melalui
proses sosialisasi atau pendidikan di semua institusi (keluarga,
pendidikan, agama, adat dan sebagainya).
Gender penting untuk dipahami dan dianalisis untuk
melihat apakah perbedaan yang bukan alami ini telah
menimbulkan diskriminasi dalam arti perbedaan yang
membawa kerugian dan penderitaan terhadap perempuan.
Apakah gender telah memposisikan perempuan secara nyata
menjadi tidak setara dan menjadi subordinat oleh pihak laki-
laki.
Gender adalah semua atribut sosial mengenai laki-laki dan
perempuan, misalnya laki-laki digambarkan mempunyai sifat
maskulin seperti keras, kuat, rasional, gagah. Sementara
perempuan digambarkan memiliki sifat feminin seperti halus,
lemah, perasa, sopan, penakut. Perbedaan tersebut dipelajari
dari keluarga, teman, tokoh masyarakat, lembaga keagamaan
dan kebudayaan, sekolah, tempat kerja, periklanan dan media.
Gender berbeda dengan seks. Seks adalah jenis kelamin
laki-laki dan perempuan dilihat secara biologis. Sedangkan
gender adalah perbedaan laki-laki dan perempuan secara sosial;
masalah atau isu yang berkaitan dengan peran, perilaku, tugas,
hak dan fungsi yang dibebankan kepada perempuan dan laki-
laki. Biasanya isu gender muncul sebagai akibat suatu kondisi
yang menunjukkan kesenjangan gender. (Retno Suharti, 1995).
Karena citra ideal itu rekaan budaya, disebut juga sebagai
gender, dalam kenyataannya, tidak selalu demikian. Kita tahu
ada saja perempuan yang tidak lemah lembut, yang agresif,
pencari nafkah, dan de facto sebagai kepala keluaga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar